BAB I
PENDAHULUAN
1.1.LATAR
BELAKANG
Pendidikan
merupakan sebuah kebutuhan mendasar yang sangat berharga bagi manusia,
pendidikan merupakan dasar dari manusia untuk meniti kehidupan dimasa yang akan
datang, apalagi diera globalisasi seperti saat ini pendidikan layak dipadankan
dengan kebutuhan primer manusia, seni merupakan bagian dari hidup, melalui seni
manusia bisa mengekspresikan isi hatinya dan juga melatih kepekaan perasaannya.
Pendidikan
seni memberikan keseimbangan rasional, emosional, dan kegiatan motorik salah
satunya melalui kagiatan seni musik, pendidikan seni ini digunakan sebagai
metode atau alat untuk mencapai tujuan pendidikan yang menekankan pada proses
disertai dengan hasil. Pendidikan seni musik memberikan gambaran kepada siswa
untuk mengetahui kemampuan dasar atau dasar-dasar teknik bernyanyi, mengetahui
unsur-unsur musik, dan kegiatan apresiasi.
Saya sebagai
penulis, menyusun makalah ini guna
memenuhi tugas akhir Pendidikan Seni yang diberikan oleh dosen pengampu
mata kuliah Pendidikan Seni yaitu Ibu Dra. Siti Aesijah, M.pd dan Ibu Nafik
Salafiyah, S.pd., M.sn. Beliau memberikan tugas pembuatan makalah ini dengan
harapan agar para mahasiswa lebih memahami dan mengetahui Pendidikan Seni yang
diselenggarakan di sebuah instansi atau lembaga pendidikan dan mahasiswa pun
berupaya lebih mengerti bagaimana tujuan atau proses pendidikan seni yang
berkembang dalam di sekolah-sekolah tertentu.
1.2.
TUJUAN
1.
Mengetahui proses pembelajaran
pendidikan seni di SMK N 1 KUTASARI Kabupaten Purbalingga.
2.
Mengetahui faktor yang
mempengaruhi pendidikan seni di SMK N 1 KUTASARI
3.
Menyelesaikan tugas akhir
mata kuliah Pendidikan Seni
1.3.
MANFAAT
1. Dapat
dijadikan bahan pelajaran di lembaga-lembaga pendidikan.
2. Untuk
menambah wawasan penulis atau peneliti dan pengalaman yang berharga.
1.4.
RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana pelaksanaan dan proses
pembelajaran pendidikan seni di sekolah itu?
2. Apa saja faktor penghambat dan
pendukung pendidikan seni di sekolah itu?
3. Bagaimana pendapat para siswa tentang
penerapan pendidikan seni disekolah tersebut?
BAB III
PEMBAHASAN
1. PROSES PEMBELAJARAN PENDIDIKAN SENI
DI SMK N 1 KUTASARI
-
Profil
Nama Sekolah
|
SMK Negeri
1 Kutasari-Purbalingga
|
Alamat
|
Jl. Raya
Tobong, desa Meri, Kec. Kutasari- Purbalingga, telp. (0281) 6599204, kode
Pos.53361
|
Website
|
|
E-mail
|
smknegeri1kutasari@ymail.com
|
NSS
|
321030309011
|
NPSN
|
20356186
|
Kompetensi
Keahlian
|
1. Teknik
Komputer dan Jaringan
2. Akuntansi
3. Teknik Sepeda Motor |
Nama
Kepala Sekolah/NIP.
|
Drs.
Darimun, M Pd.
19631105 199003 1 008
|
SK
Pengangkatan di SMK N 1 Kutasasri
|
Bupati
Purbalingga, No.821.2-083.tanggal 27 Maret 2014
|
Alamat
|
Kel. Pasir
Kidul Rt. 1/I Kec. Purwokerto Barat
|
No. HP
|
081574387679
|
E-mail
|
|
VISI
- Terwujudnya
insan yang taqwa, profesional, berdaya saing, serta peduli lingkungan
hidup.
MISI
- Menyelenggarakan
layanan pendidikan yang berbudaya dan berkarakter.
- Menerapkan
pola hidup tertib dan disiplin dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.
- Menyelenggarakan
proses pembelajaran yang komprehensif, kompetitif, berbasis ahlak mulia.
- Mewujudkan
sekolah sebagai pusat pengembangan diklat ketrampilan, serta mitra bagi
industri.
- Menyelenggarakan
kegiatan Unit Produksi sekolah , dengan pelayanan dan produk standar
pasar.
- Menyelenggarakan
proses pembelajaran berwawasan lingkungan hidup.
- Melibatkan
seluruh warga sekolah dalam kegiatan pemeliharaan dan perlindungan
lingkungan hidup.
- Membiasakan
warga sekolah agar selalu peduli terhadap pemeliharaan dan pelestarian
lingkungan hidup.
TUJUAN
- Terwujudnya
kehidupan disekolah yang tertib, disiplin, dan berbudaya.
- Terlaksananya
kegiatan belajar mengajar yang komprehensif, kompetitif, berbasis ahlak
mulia.
- Terwujudnya
tenaga kerja tingkat menengah yang berahlak mulia, kompeten, disiplin,
berdikasi dan berdaya saing.
- Terwujudnya
sekolah sebagai pusat diklat kertampilan dan mitra industri.
- Terwujudnya
Unit Produksi sekolah sebagai unit pengembangan jiwa wirausaha yang
tangguh, berdaya saing dan marketable.
- Terciptanya
lingkungan SMK Negeri 1 Kutasari yang Asri, Hijau, Bersih dan sehat, bebas
polusi.
SASARAN
- Kelulusan
siswa mencapai 100%, dengan perolehan nilai UN sempurna (100) sebanyak
minimal 5 orang siswa
- Rata-rata
nilai UN meningkat 0,5 dari rata-rata nilai UN tahun 2016/2017
- Peringkat
5 Tk Kabupaten Purbalingga pada perolehan nilai UN
- Lulusan
diterima di PTN jalur bidik misi mencapai 2%
- Menekan
angka drop out, maksimal 1%
- Keterserapan
lulusan dalam waktu 6 bulan mencapai 70%, dan penelusuran lulusan dalam
waktu 1 tahun mencapai 85%
- Terselenggaranya
e – learing , dan sistem informasi manajemen sekolah berbasis
TIK
- Terwujudnya
Minimal satu kejuaraan TK Kabupaten pada salah satu cabang mata lomba
dalam lomba OSTN, dan LKS setiap tahun
- Terwujudnya
Minimal satu cabang OR/Seni yang menjadi andalan juara dan ikon prestasi
SMK N 1 Kutasari.
- Terwujudnya
lingkungan SMK Negeri 1 Kutasari yang bersih, hijau dan asri
dengan budaya hidup yang santun, inovatif, giat, amanah, dan percaya
diri.
NILAI BUDAYA SEKOLAH
“SIGAP” ; santun, inovatif, giat, amanah, dan percaya diri”
- Santun : setiap
warga sekolah membiasakan pola berperilaku mengasihi yang lebih muda
dan menghormati orang yang lebih tua
- Inovatif :
setiap warga sekolah membudayakan sikap menghargai kreasi
pikir dan perilaku
- Giat :
setiap warga sekolah membudayakan dan menghargai sikap hidup rajin
belajar, rajin berkarya , dan menghargai waktu
- Amanah :
setiap warga sekolah menghargai dan membudayakan sikap jujur, dapat
dipercaya, dan bertanggungjawab atas tugas dan kewajiban yang harus
dilakukan.
- Percaya diri
: setiap warga sekolah menghargai dan membudayakan sikap mandiri, tidak
bergantung pada orang/pihak lain dan percaya atas kemampuan yang dimiliki.
-
Proses Pembelajaran Seni di SMK N 1 KUTASARI
Pendidikan seni di SMK N 1 KUTASARI bukan di fokuskan siswanya untuk
pandai alat musik seperti di SMK yang khusus mempelajari kesenian namun lebih
mementingkan dalam melatih kepekaan rasa dari siswa didiknya, hal ini
disampaikan
Oleh guru
pendidikan Seni musik bapak Ananda Hanu Arta,S.Pd. Pendidikan seni di sekolah
amatlah penting, di dalam seni ada pelajaran mental dan melatih ekspresi
seseorang. Karena dalam keberhasilan seseorang harus di selingi dengan mental
yang kuat. Ketika siswa dalam pembelajaran mengalami kesulitan, guru tidak
langsung menyalahkan siswa karena guru sadar akan kemampuan siswanya yang
terbatas dan berpatok kepada fungsi pendidikan seni di SMK (Non seni) yang
berfungsi sebagai alat mengekspresikan diri dan melatih kepekaan perasaan melalui
kegiatan bermusik.
2. FAKTOR PENGHAMBAT DAN PENDUKUNG
PENDIDIKAN SENI DI
SMK N 1 KUTASARI
-
Faktor
Penghambat :
a. Tidak
sesuainya pembelajaran dengan silabus (patokan guru dalam mengajar siswa
didiknya). karena pada praktik
pembelajaran guru mengalami kesulitan yang seharusnya pada masa SMK adalah masa
lanjutan setelah SMP. Di SMP, Siswa pada umumnya tidak mendapatkan mata
pelajaran seni musik sehingga dalam pembelajaran di SMK siswa merasa tidak bisa beradaptasi dengan
silabus atau materi yang diajarkan di SMK, sehingga guru pun mengalami
kesulitan dan guru juga harus merubah dasar mengajarnya agar siswa mudah
memahami apa yang disampaikan oleh guru tersebut. Guru harus mengajari siswanya
harus dari dasar ( NOL), yang seharusnya guru di SMK melanjutkan materi setelah
apa yang siswa ajarkan di SMP.
b. Kurang
lengkapnya perlengkapan dan peralatan alat musik tradisional yang menyebabkan
pembelajaran menjadi terhambat
c. Belum
tersedianya ruang kelas yang memadai, sehingga dalam pembelajaran mata
pelajaran seni musik kurang efisien dan mengganggu mata pelajaran yang lain.
-
Faktor
Pendorong :
Pendidikan seni di SMK
N 1 KUTASARI di dukung penuh oleh guru dan karyawan (birokrasi) di SMK
tersebut. Ditandai dengan adanya agenda kesenian yang dinamakan jumat seni dimana
guru, karyawan, dan siswa bersama sama melakukan kegiatan berkesenian di setiap
satu bulan sekali. Kemudian ketika ada lomba lomba festival musik di Kab.
Purbalingga, birokrasi SMK N 1 KUTASARI mendukung penuh kegiatan tersebut
dengan mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti perlombaan tersebut. Beberapa
prestasi juga telah di torehkan, contohnya juara 2 lomba festival dan juara 1
gitar klasik tingkat Kab. Purbalingga
3.
PENDAPAT
PARA SISWA TENTANG PENERAPAN PENDIDIKAN SENI DI SMK N 1 KUTASARI
Dalam
observasi, penulis mengambil beberapa sampel siswa yang penulis wawancarai,
meliputi :
Sampel 1:
Siswa 1 berpendapat jika pendidikan seni khususnya
musik di sekolah penting karena melalui pendidikan seni musik siswa dapat
berkreatifitas sehingga bakat dalam bermusik dapat bermanfaat. Kemudian musik
juga bisa dijadikan sebagai alat untuk refreshing ketika jenuh dalam menghadapi
mata pelajaran yang lain. Kemudian guru
di SMK sudah memadai dengan adanya pembelajaran rutin dan ekstrakurikuler.
Siswa sampel 1 juga menambahkan alat alat musik yang modern sudah lengkap namun
untuk peralatan tradisional perlu di tingkatkan lagi. Hal ini membuat siswa SMK
N 1 KUTASARI lebih baik musik modern dibanding tradisional. Kemudian guru di
SMK tersebut ada yang pro dan kontra akan adanya mata pelajaran seni musik di
SMK.
Sampel 2:
Siswa 2 berpendapat pendidikan seni bisa dijadikan
identitas diri jika kita memiliki bakat kemampuan bermusik dan bisa
dikembangkan lebih jauh lagi. Kemudian siswa 2 juga berpendapat jika seorang
guru musik harus berlatar belakang pendidikan seni musik karena apabila praktek
tidak dilengkapi dengan penguasaan teori. Siswa juga berpendapat jika alat
musik di sekolahnya masih kurang memadai, menurutnya di SMK N 1 KUTASARI banyak
yang berminat untuk berlatih kesenian daerah namun alat musik di SMK tersebut
masih belum memadai.
Sampel 3 :
Siswa 3 berpendapat berpendapat bahwa ruang untuk
pembelajaran masih belum memadai sehingga mengganggu pembelajaran yang lain.
Kemudian persetujuan dalam mengikuti perlombaan sangat di dukung oleh Kepala
Sekolah, bahkan kepala sekolah rutin mengamati dan memberi masukan kepada siswa
apabila terasa ada kekurangan. Pembelajaran di SMK N 1 KUTASARI juga seimbang
antara praktek dan teori. Misalnya pada materi chord dasar bermain gitar, guru
menjelaskan terlebih dahulu melalui teori dan memberikan contoh dalam praktek
bermain gitar.
BAB III
PENUTUP
3.1.
SIMPULAN
Berdasarkan
observasi yang saya lakukan, Pendidikan seni di SMK N 1 KUTASARI sudah baik,
namun dalam pembelajarannya masih banyak hal yang perlu ditingkatkan lagi
seperti ruang kelas yang belum memadai, dan peralatan musik yang kurang
memadai. Pembelajaran di SMK N 1 KUTASARI juga seimbang akan teori dengan
praktek, dimana guru menjelaskan akan teori terlebih dahulu dan memberi contoh
dengan praktek memainkan alat musik.
3.2.
SARAN
Pendidikan
seni dalam penerpannya harus lebih di perbaiki terlebih dahulu baik dari
tingkat SD, SMA, maupun SMK. Dimana dalam pendidikan seni masih terlihat tabu dalam
pembelajarannya, hal ini dipengaruhi karena kurangnya alat dan juga tidak
tersedianya alat yang memadai. Sarana dan Prasarana harus dilengkapi sehingga
pembelejaran dapat berjalan dengan baik dan dapat seimbang antara pembelajaran
musik modern dan tradisional.
DAFTAR PUSTAKA
http://smkn1kutasari.sch.id/index.php/profil/
No comments:
Post a Comment