Tuesday, 28 November 2017

CONTOH MAKALAH PENDIDIKAN SENI

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.LATAR BELAKANG
Pendidikan merupakan sebuah kebutuhan mendasar yang sangat berharga bagi manusia, pendidikan merupakan dasar dari manusia untuk meniti kehidupan dimasa yang akan datang, apalagi diera globalisasi seperti saat ini pendidikan layak dipadankan dengan kebutuhan primer manusia, seni merupakan bagian dari hidup, melalui seni manusia bisa mengekspresikan isi hatinya dan juga melatih kepekaan perasaannya.
Pendidikan seni memberikan keseimbangan rasional, emosional, dan kegiatan motorik salah satunya melalui kagiatan seni musik, pendidikan seni ini digunakan sebagai metode atau alat untuk mencapai tujuan pendidikan yang menekankan pada proses disertai dengan hasil. Pendidikan seni musik memberikan gambaran kepada siswa untuk mengetahui kemampuan dasar atau dasar-dasar teknik bernyanyi, mengetahui unsur-unsur musik, dan kegiatan apresiasi.
Saya sebagai penulis, menyusun makalah ini guna  memenuhi tugas akhir Pendidikan Seni yang diberikan oleh dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Seni yaitu Ibu Dra. Siti Aesijah, M.pd dan Ibu Nafik Salafiyah, S.pd., M.sn. Beliau memberikan tugas pembuatan makalah ini dengan harapan agar para mahasiswa lebih memahami dan mengetahui Pendidikan Seni yang diselenggarakan di sebuah instansi atau lembaga pendidikan dan mahasiswa pun berupaya lebih mengerti bagaimana tujuan atau proses pendidikan seni yang berkembang dalam di sekolah-sekolah tertentu.





1.2. TUJUAN
1.      Mengetahui proses pembelajaran pendidikan seni di SMK N 1 KUTASARI Kabupaten Purbalingga.
2.      Mengetahui faktor yang mempengaruhi pendidikan seni di SMK N 1 KUTASARI
3.      Menyelesaikan tugas akhir mata kuliah Pendidikan Seni
1.3. MANFAAT
1.      Dapat dijadikan bahan pelajaran di lembaga-lembaga pendidikan.
2.      Untuk menambah wawasan penulis atau peneliti dan pengalaman yang berharga.

1.4. RUMUSAN MASALAH
1.  Bagaimana pelaksanaan dan proses pembelajaran pendidikan seni di sekolah itu?
2.  Apa saja faktor penghambat dan pendukung pendidikan seni di sekolah itu?
3. Bagaimana pendapat para siswa tentang penerapan pendidikan seni disekolah tersebut?













BAB III
PEMBAHASAN

1.      PROSES PEMBELAJARAN PENDIDIKAN SENI DI SMK N 1 KUTASARI
-         Profil
Nama Sekolah
SMK Negeri 1 Kutasari-Purbalingga
Alamat
Jl. Raya Tobong, desa Meri, Kec. Kutasari- Purbalingga, telp. (0281) 6599204, kode Pos.53361
Website
E-mail
smknegeri1kutasari@ymail.com
NSS
321030309011
NPSN
20356186
Kompetensi Keahlian
1. Teknik Komputer dan Jaringan
2. Akuntansi
3. Teknik Sepeda Motor
Nama Kepala Sekolah/NIP.
Drs. Darimun, M Pd.
19631105 199003 1 008
SK Pengangkatan di SMK N 1 Kutasasri
Bupati Purbalingga, No.821.2-083.tanggal 27 Maret 2014
Alamat
Kel. Pasir Kidul Rt. 1/I Kec. Purwokerto Barat
No. HP
081574387679
E-mail



VISI
  • Terwujudnya insan yang taqwa, profesional, berdaya saing, serta peduli lingkungan hidup.
MISI
  1. Menyelenggarakan layanan pendidikan yang berbudaya dan berkarakter.
  2. Menerapkan pola hidup tertib dan disiplin dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.
  3. Menyelenggarakan proses pembelajaran yang komprehensif, kompetitif, berbasis ahlak mulia.
  4. Mewujudkan sekolah sebagai pusat pengembangan diklat ketrampilan, serta mitra bagi industri.
  5. Menyelenggarakan kegiatan Unit Produksi sekolah , dengan pelayanan dan produk standar pasar.
  6. Menyelenggarakan proses pembelajaran berwawasan lingkungan hidup.
  7. Melibatkan seluruh warga sekolah dalam kegiatan pemeliharaan dan perlindungan lingkungan hidup.
  8. Membiasakan warga sekolah agar selalu peduli terhadap pemeliharaan dan pelestarian lingkungan hidup.
TUJUAN
  1. Terwujudnya kehidupan disekolah yang tertib, disiplin, dan berbudaya.
  2. Terlaksananya kegiatan belajar mengajar yang komprehensif, kompetitif, berbasis ahlak mulia.
  3. Terwujudnya tenaga kerja tingkat menengah yang berahlak mulia, kompeten, disiplin, berdikasi dan berdaya saing.
  4. Terwujudnya sekolah sebagai pusat diklat kertampilan dan mitra industri.
  5. Terwujudnya Unit Produksi sekolah sebagai unit pengembangan jiwa wirausaha yang tangguh, berdaya saing dan marketable.
  6. Terciptanya lingkungan SMK Negeri 1 Kutasari yang Asri, Hijau, Bersih dan sehat, bebas polusi.

SASARAN
  1. Kelulusan siswa mencapai 100%, dengan perolehan nilai UN sempurna (100) sebanyak minimal 5 orang siswa
  2. Rata-rata nilai UN meningkat 0,5 dari rata-rata nilai UN tahun 2016/2017
  3. Peringkat 5 Tk Kabupaten Purbalingga pada perolehan nilai UN
  4. Lulusan diterima di PTN jalur bidik misi mencapai 2%
  5. Menekan angka drop out, maksimal  1%
  6. Keterserapan lulusan dalam waktu 6 bulan mencapai 70%, dan penelusuran lulusan dalam waktu 1 tahun mencapai 85%
  7. Terselenggaranya  e – learing , dan sistem informasi  manajemen sekolah  berbasis TIK
  8. Terwujudnya  Minimal satu kejuaraan TK Kabupaten pada salah satu cabang mata lomba dalam lomba OSTN, dan  LKS setiap tahun
  9. Terwujudnya Minimal satu cabang OR/Seni yang menjadi andalan juara dan ikon prestasi SMK N 1 Kutasari.
  10. Terwujudnya  lingkungan  SMK Negeri  1 Kutasari yang bersih, hijau dan asri dengan budaya hidup yang santun, inovatif, giat, amanah, dan percaya diri. 
NILAI BUDAYA SEKOLAH
“SIGAP” ; santun, inovatif, giat, amanah, dan percaya diri”
  • Santun : setiap warga sekolah membiasakan pola berperilaku mengasihi yang lebih muda dan   menghormati orang yang lebih tua
  • Inovatif : setiap warga sekolah  membudayakan  sikap menghargai kreasi pikir dan perilaku
  • Giat : setiap warga sekolah membudayakan dan menghargai sikap hidup rajin belajar, rajin berkarya , dan  menghargai waktu
  • Amanah : setiap warga sekolah menghargai dan membudayakan sikap jujur, dapat dipercaya, dan bertanggungjawab atas tugas dan kewajiban yang harus dilakukan.
  • Percaya diri : setiap warga sekolah menghargai dan membudayakan sikap mandiri, tidak bergantung pada orang/pihak lain dan percaya atas kemampuan yang dimiliki.

-          Proses Pembelajaran Seni di SMK N 1 KUTASARI
Pendidikan seni di SMK N 1 KUTASARI bukan di fokuskan siswanya untuk pandai alat musik seperti di SMK yang khusus mempelajari kesenian namun lebih mementingkan dalam melatih kepekaan rasa dari siswa didiknya, hal ini disampaikan
Oleh guru pendidikan Seni musik bapak Ananda Hanu Arta,S.Pd. Pendidikan seni di sekolah amatlah penting, di dalam seni ada pelajaran mental dan melatih ekspresi seseorang. Karena dalam keberhasilan seseorang harus di selingi dengan mental yang kuat. Ketika siswa dalam pembelajaran mengalami kesulitan, guru tidak langsung menyalahkan siswa karena guru sadar akan kemampuan siswanya yang terbatas dan berpatok kepada fungsi pendidikan seni di SMK (Non seni) yang berfungsi sebagai alat mengekspresikan diri dan melatih kepekaan perasaan melalui kegiatan bermusik.


2.      FAKTOR PENGHAMBAT DAN PENDUKUNG PENDIDIKAN SENI DI
 SMK N 1 KUTASARI
-          Faktor Penghambat :
a.       Tidak sesuainya pembelajaran dengan silabus (patokan guru dalam mengajar siswa didiknya).  karena pada praktik pembelajaran guru mengalami kesulitan yang seharusnya pada masa SMK adalah masa lanjutan setelah SMP. Di SMP, Siswa pada umumnya tidak mendapatkan mata pelajaran seni musik sehingga dalam pembelajaran di SMK  siswa merasa tidak bisa beradaptasi dengan silabus atau materi yang diajarkan di SMK, sehingga guru pun mengalami kesulitan dan guru juga harus merubah dasar mengajarnya agar siswa mudah memahami apa yang disampaikan oleh guru tersebut. Guru harus mengajari siswanya harus dari dasar ( NOL), yang seharusnya guru di SMK melanjutkan materi setelah apa yang siswa ajarkan di SMP.
b.      Kurang lengkapnya perlengkapan dan peralatan alat musik tradisional yang menyebabkan pembelajaran menjadi terhambat
c.       Belum tersedianya ruang kelas yang memadai, sehingga dalam pembelajaran mata pelajaran seni musik kurang efisien dan mengganggu mata pelajaran yang lain.


-          Faktor Pendorong :
Pendidikan seni di SMK N 1 KUTASARI di dukung penuh oleh guru dan karyawan (birokrasi) di SMK tersebut. Ditandai dengan adanya agenda kesenian yang dinamakan jumat seni dimana guru, karyawan, dan siswa bersama sama melakukan kegiatan berkesenian di setiap satu bulan sekali. Kemudian ketika ada lomba lomba festival musik di Kab. Purbalingga, birokrasi SMK N 1 KUTASARI mendukung penuh kegiatan tersebut dengan mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti perlombaan tersebut. Beberapa prestasi juga telah di torehkan, contohnya juara 2 lomba festival dan juara 1 gitar klasik tingkat Kab. Purbalingga
3.      PENDAPAT PARA SISWA TENTANG PENERAPAN PENDIDIKAN SENI DI SMK N 1 KUTASARI
Dalam observasi, penulis mengambil beberapa sampel siswa yang penulis wawancarai, meliputi :
Sampel 1:
Siswa 1 berpendapat jika pendidikan seni khususnya musik di sekolah penting karena melalui pendidikan seni musik siswa dapat berkreatifitas sehingga bakat dalam bermusik dapat bermanfaat. Kemudian musik juga bisa dijadikan sebagai alat untuk refreshing ketika jenuh dalam menghadapi mata pelajaran yang lain.  Kemudian guru di SMK sudah memadai dengan adanya pembelajaran rutin dan ekstrakurikuler. Siswa sampel 1 juga menambahkan alat alat musik yang modern sudah lengkap namun untuk peralatan tradisional perlu di tingkatkan lagi. Hal ini membuat siswa SMK N 1 KUTASARI lebih baik musik modern dibanding tradisional. Kemudian guru di SMK tersebut ada yang pro dan kontra akan adanya mata pelajaran seni musik di SMK.










Sampel 2:
Siswa 2 berpendapat pendidikan seni bisa dijadikan identitas diri jika kita memiliki bakat kemampuan bermusik dan bisa dikembangkan lebih jauh lagi. Kemudian siswa 2 juga berpendapat jika seorang guru musik harus berlatar belakang pendidikan seni musik karena apabila praktek tidak dilengkapi dengan penguasaan teori. Siswa juga berpendapat jika alat musik di sekolahnya masih kurang memadai, menurutnya di SMK N 1 KUTASARI banyak yang berminat untuk berlatih kesenian daerah namun alat musik di SMK tersebut masih belum memadai.
Sampel 3 :
Siswa 3 berpendapat berpendapat bahwa ruang untuk pembelajaran masih belum memadai sehingga mengganggu pembelajaran yang lain. Kemudian persetujuan dalam mengikuti perlombaan sangat di dukung oleh Kepala Sekolah, bahkan kepala sekolah rutin mengamati dan memberi masukan kepada siswa apabila terasa ada kekurangan. Pembelajaran di SMK N 1 KUTASARI juga seimbang antara praktek dan teori. Misalnya pada materi chord dasar bermain gitar, guru menjelaskan terlebih dahulu melalui teori dan memberikan contoh dalam praktek bermain gitar.











BAB III
PENUTUP

3.1.         SIMPULAN
Berdasarkan observasi yang saya lakukan, Pendidikan seni di SMK N 1 KUTASARI sudah baik, namun dalam pembelajarannya masih banyak hal yang perlu ditingkatkan lagi seperti ruang kelas yang belum memadai, dan peralatan musik yang kurang memadai. Pembelajaran di SMK N 1 KUTASARI juga seimbang akan teori dengan praktek, dimana guru menjelaskan akan teori terlebih dahulu dan memberi contoh dengan praktek memainkan alat musik.
3.2.         SARAN
Pendidikan seni dalam penerpannya harus lebih di perbaiki terlebih dahulu baik dari tingkat SD, SMA, maupun SMK. Dimana dalam pendidikan seni masih terlihat tabu dalam pembelajarannya, hal ini dipengaruhi karena kurangnya alat dan juga tidak tersedianya alat yang memadai. Sarana dan Prasarana harus dilengkapi sehingga pembelejaran dapat berjalan dengan baik dan dapat seimbang antara pembelajaran musik modern dan tradisional.













DAFTAR PUSTAKA
http://smkn1kutasari.sch.id/index.php/profil/

No comments:

Post a Comment

PENGERTIAN SENI MUSIK MENURUT BEBERAPA AHLI

Berikut ini pengertian seni musik menurut beberapa ahli: Berikut ini adalah beberapa pendapat ahli tentang seni musik: 1. Aristoteles       ...